Komisi II DPRD Bali Gelar Raker dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta PHMI Bali

DPRD Bali serius menyikapi masuknya babi ilegal ke bali. Hal ini terbukti dengan digelarnya Rapat Kerja ini di Ruang Rapat Gabungan Gedung DPRD Bali, Senin 15 Februari 2021.

Salah satu petugas dari Balai Karantina Pertanian Prov. Bali, drh. Ida Bagus Eka Ludra Manuaba, dengan adanya penyelundupan babi tersebut pihaknya mengaku telah bekerja ekstra. Terlebih sebelum adanya virus yang menyerang babi pada tahun lalu, telah dilakukan karantina sesuai prosedur bagi babi yang didatangkan dari Pulau Jawa. Sejatinya tak hanya karantia yang dilakukan, pengujian Lab guna mensterilisasi daging babi juga telah dilakukan ataupun terhadap babi hidup. Namun kasus banyaknya babi mati akibat virus, membuat ketersediaan daging babi makin langka. Bukan itu saja, ia menjelaskan bahwa pengawasan ketat tetap dilakukan di pintu keluar masuk di Bali. Kendati sudah ada pengetatan, penyelundupan sering terjadi di penyeberangan kecil. Misalnya di Kusamba. Keterbatasan pengawasan iniliah yang menjadi salah satu kendala bagi Balai Karantina.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Bali, IGK Kresna Budi menjelaskan, untuk menyikapi permasalahan tersebut, perlu adanya koordinasi lebih intens dengan pihak-pihak terkait. Mulai dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Balai Karantina, hingga pihak Kepolisian. Untuk mengetahui serta kendala secara langsung dilapangan, pihaknya akan segera mengatur jadwal turun langsung ke beberapa pintu masuk di Bali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *