Ketua DPRD terima Audiensi Federasi Serikat Pekerja Mandiri Regional Bali
Federasi Serikat Pekerja Mandiri Regional Bali menggelar Perayaan dan Diskusi Publik memperingati Hari Buruh Internasional / May Day 2026 di Wantilan DPRD Bali, Rabu (29/4).
Diskusi menyoroti memburuknya kondisi kerja dan meningkatnya kerentanan status kerja di industri pariwisata, terutama sektor akomodasi, hotel, dan restoran. Sektor penopang utama ekonomi Bali ini dinilai masih diwarnai persoalan ketenagakerjaan seperti ketidakpastian kerja, sistem kerja eksploitatif, serta minimnya jaminan keberlangsungan kerja bagi pekerja lokal.
Kegiatan diterima Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya, SH., didampingi Sekretaris DPRD Provinsi Bali Ketut Nayaka, SH., MH. Dewa Mahayadnya menyatakan komitmen menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan Serikat Pekerja dan Aliansi Mahasiswa. Menurutnya, diskusi ini menjadi ruang evaluasi penting atas implementasi regulasi ketenagakerjaan di tengah pesatnya industri pariwisata Bali.
Hadir pula Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Bali, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Bali, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Bali, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Denpasar, Aliansi Serikat Pekerja Mandiri Regional Bali, mahasiswa, serta undangan lainnya. Kehadiran jajaran eksekutif diharapkan mempercepat koordinasi untuk memperkuat perlindungan dan memastikan hak pekerja Bali terpenuhi secara adil dan manusiawi.
Di akhir acara, Sekretaris FSPM dan perwakilan mahasiswa menyerahkan dokumen aspirasi kepada Ketua DPRD Bali dan Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Bali.