Ditengah wabah COVID-19, Komisi III DPRD Provinsi Bali didampingi Ketua DPRD Provinsi Bali I Nyoman Adi Wiryatama, melakukan sidak di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Kamis (16/4).

Pimpinan Komisi III DPRD Bali IGA Diah Werdhi Srikandi menjelaskan, dari hasil sidak tersebut penjagaan pintu masuk Bali barat belum maksimal, bahkan banyak himbauan pemerintah dilanggar oleh para petugas dan masyarakat.

{Photo: Humas Dewan Bali}

Misalnya, penumpang turun dari bus langsung cuci tangan dan cek suhu, masih banyak penumpang tidak pakai masker, petugas dan masyarakat belum sepenuhnya melaksanakan social distancing.

Lebihnya, saat cek KTP tidak diterapkan social distancing, pada saat antre pengecekan KTP petugas pemeriksa KTP hanya 1 orang dan kondisi di meja pemeriksaan gelap.

{Photo: Humas Dewan Bali}

Lanjut IGA Diah Srikandi, dari info koordinator jaga dan petugas Dukcapil mereka masih bingung karena ada gabungan dengan satgas yang melibatkan kepolisian.angkatan laut, TNI tidak ada koordinasi dan sinergi disana kerja sendiri – sendiri, bahkan petugas jaga ketika saya tanya banyak yang tidak tahu. Fatalnya Petugas pemeriksaan tidak dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) karena mereka rentan saat bertugas.

Selain itu, Ketua DPRD Bali, I Nyoman Adi Wiryatama juga melihat petugas gagap bahkan tidak ada banner tentang pencegahan COVID -19, serta di tempat cuci tangan tidak isi arahan soal mencuci tangan yang baik.

{Photo: Humas Dewan Bali}

Sementara hasil dari sidak ini pihaknya akan koordinasikan serta mengeluarkan rekomendasi kepada Gubernur Bali, Wayan Koster guna ditindaklanjuti.

Disisi lain, sebagai wujud kepedulian nyata, pihaknya pada kesempatan itu menyumbangkan 100 pcs masker kepada petugas.{humasdewanbali}

Berita Lainnya