Komisi III DPRD Bali lakukan peninjauan lapangan terkait pengelolaan pelabuhan Padangbai, Jumat,(31/01).

Terkait informasi yang didapati Komisi III DPRD Bali dari media masa dan online yang memberitakan bahwa KMP Parama Kalyani yang beroperasi di pelabuhan kandas, saat pertama kali dioperasikan di Teluk Banjar Segara, Desa Padangbai, Manggis, pada hari Rabu (29/01) dinihari pukul 04.30 Wita.

Ketua Komisi III DPRD Bali Kadek Diana didampingi Anggota Komisi, langsung mendatangi Pelabuhan Padangbai untuk mengetahui secara langsung kejadian atas kandasnyaKMP Parama Kalyani.

{Photo: Humas Dewan Bali}

Dari keterangan Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ni Luh Putu Eka Suyasmini, pada saat menerima Komisi III DPRD Bali, 176 penumpang selamat dan dievakuasi ke Pelabuhan Padangbai menggunakan perahu nelayan dan speed boat.

KMP Parama Kalyani yang merupakan kapal terbaru rakitan Tahun 2019 milik PT. Jemla Ferry, kandas karena kapalnya masih baru, dan baru pertama kali dioperasikan.

{Photo: Humas Dewan Bali}

Kepala KSOP Padangbai mengatakan pihaknya belum pernah digelar upacara “matur piuning” di Pura Penataran Agung, Pura Dang Kahyangan Silayukti, dan Pura Tanjung Sari, sehingga mendapatkan peringatan secara non teknis.

Jelasnya, itu bisa dibilang peringatan kecil. Apalagi kapal baru, tidak ada klakson. Saat hendak berlabuh, kapal ini tanpa membunyikan klakson. {humasdewanbali}