Dewan Minta Alokasi Anggaran Dinaikkan

Terlebih lagi Bali sebagai daerah tujuan  wisata, kalau produk pertanian dan perkebunan sudah organik dipastikan nilai jualnya akan sangat mahal dan wisatawan sekarang ini lebih menginginkan olahan makanan berasal dari hasil pertanian organik. Dengan demikian harga jual mahal dan dijamin akan bisa mensejahterakan petani. Hal itu disampaikan Salah seorang anggota Komisi III DPRD Bali Ketut Kariayasa Adnyana seusai pembahasaan Raperda Sistem Pertanian Organik di Denpasar. Politisi PDIP asal Busungbiu Buleleng ini mengatakan, DPRD Bali tengah menggodok Raperda Tentang Sistem Pertanian Organik. Selain sebagai acuan dalam regulasi, kedepan diharapkan bisa menjaga Bali sebagai Pulau Organik. Mencapai tujuan itu akan semakin dekat hal itu dkarenakan sudah ada tumpuan salah satunya, Pergub Bali tentang larangan penggunaan plastik, sterofoam, dan sedotan plastik. Berkurangnya sampah plastik tentu akan meningkatkan kesuburan tanah dan kebersihan lingkungan.

Perda ini  juga nantinya sangat sejalan dengan konsep pariwisata Bali yakni Tri Hita Karana yakni menjaga alam Bali. dengan sistem pertanian organik di Bali, tentunya akan menjadi potensi pariwisata dari sektor pertanian yakni Subak. Harapannya dengan sistem pertanian organik , penggunaan pestisida harus dihentikan dan sampah plastik dikurangi. Pihaknya meyakini, sistem pertanian organik ini bisa berjalan karena sejumlah program yang sejalan dengan Pperda Iniaiatif dewan ini sudah berjalan. Seperti sistem pertanian terintegrasi (Simantri). Kalau pertanian organik berhasil, Bali bisa jadi Branding luar biasa. Disamping itu juga bisa menjaga keseimbangan alam Bali. Keberhasilan pertanian organik ini, juga tidak akan lepas dari perhatian pemerintah terhadap terhadap pengalokasian dana. Di sektor pertanian, Indonesia sejatinya mampu menciptakan hasil pertanian organik yang berkualitas bahkan terbesar. Hanya saja, subsidi yang digelontor masih tergolong kecil.

Sehingga, pasar diambilalih oleh Negara lain seperti Thailand dan Jepang termasuk alih teknologi pertanian. Secara ekonomi kan sudah pasti dan kebutuhan beras yang organik masih sangat tinggi bukan saja pariwisata di Bali tetapi sudah menjadi kebutuhan semua Negara di dunia.Pihaknya tak memungkiri jika secara langsung, Perda Sistem Pertanian Organik akan bersifat “memaksa” semua pihak untuk melakukan pertanian organik. Konsekuensinya, eksekutif dan legislative harus terus memberikan dorongan supaya bisa diterapkan.

Pemerintah juga diharapkan pengalokasian anggaran dalam APBD Bali bisa lebih besar bahkan disesuaikan dengan alokasi pada dunia pendidikan. Kalau saat ini anggaran sektor pertanian diakui masih sangat kecil kisaran 8 persen dan dibandingkan dengan pendidikan mencapai 20 persen. Semestinya, minimal bisa sama dengan alokasi anggaran pendidikan. Dengan demikian, program yang telah dicanangkan akan terwujud sistem pertanian organik.

Berita Lainnya