DPRD Bali Ajukan Ranperda Inisiatif Sistem Pertanian Organik, Petani Akan Dapat Insitentif

DPRD Bali tampaknya mulai serius membangun pertanian Bali dan meningkatkan kesejahteraan petani di Pulau Dewata. Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Inisiatif DPRD Bali tentang Sistem Pertanian Organik.

Diyakini sistem pertanian organik ini akan mempercepat kesejahteraan pertani. Selain juga yang terpenting mendukung upaya menjadi Bali Clean and Green dan sebagai Pulau Organik. Ketua Pembahasan Ranperda Inisiatif DPRD Bali tentang Sistem Pertanian Organik I Gusti Putu Budiarta mengatakan ingin petani lebih sejahtera dan maju dan ingin menjadikan Pulau Bali hijau, Bali yang organik, usai pembahasan pengajuan ranperda di Gedung Dewan, (6/5).

Rapat yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Bali Dr. I Nyoman Sugawa Korry ini akhirnya menyepakati untuk diajukannya Ranperda Inisiatif DPRD Bali tentang Sistem Pertanian Organik ini untuk kemudian disampaikan dalam Sidang Paripurna dengan Gubernur Bali I Wayan Koster, (7/5) di Ruang Sidang Utama Gedung DPRD Bali.

Dalam Ranperda Sistem Pertanian Organik juga dipikirkan nantinya ada semacam pemberian insentif bagi para petani yang melakukan budidaya pertanian secara organik. Namun kepastian instensif ini akan dibahas lebih detail dalam pembahasan ranperda ini dalam pihak esekutif dan tentunya disesuaikan dengan kemampuan anggaran Pemprov Bali.

Nanti ada instensif, tapi kita sesuaikan dengan eksekutif. Dalam rencana awal ini apakah ada kemampuan memberikan subsidi kepada petani, soal harga produk pertanian organik yang bisa saja lebih mahal, nantinya ada lembaga pemerintah yang akan menggelola terkait biaya produksi hingga pasca panen termasuk soal harganya. Kita akan kawal nanti lembaga ini agar jangan sampai jadi macam ompong, tegas Anggota Komisi IV DPRD Bali.

Melalui Ranperda Sistem Pertanian  Organik ini, Pihaknya juga ingin mengubah mindset petani dan mengajak kembali kesistem pertanian organik. Misalnya kembali menggunakan pupuk Kompos.             “Kita juga punya varietas unggul. Seperti dulu padi Bali luar biasa. Setelah adanya perubahan sistem dengan teknologi yang lebih cepat, kimia, varietas unggul kita hilang semua. Selain itu dulu juga Thailand banyak belajar ke Indonesia khususnya Bali tentang sistem pertanian dan kini pertanian “Negeri Gajah Putih” itu malah jauh lebih maju dan mampu mensejahterakan petani. Sekarang dengan  adanya teknologi, kita mengubah semuanya. Ingin penghasilan serba cepat. Tapi disatu sisi petani kita kan tidak pernah maju dan sejahtera,” tandas Gung Budiarta.

#humasdewanbali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *